Ini Alasan Alexis Sanchez Ingin Hengkang Dari MU

Satu bukti tersingkap tentang spekulasi hari esok Alexis Sanchez di Manchester United. Sang pemain diberitakan telah mantap untuk pergi dari setan merah di bursa transfer musim panas kelak. Beberapa minggu paling akhir tersebar isu jika Alexis Sanchez ingin angkat kaki dari Manchester United. Dia diberitakan telah berencana kepergiannya dari Old Trafford di awalnya tahun yang akan datang. Isu kepergian Sanchez ini cukuplah mengagetkan. Maklum sang pemain barusan masuk dengan United di awalnya tahun 2018 waktu lalu, hingga dia belumlah setahun ada di Old Trafford.

Dikutip The Times, ada fakta sendiri kenapa Sanchez ingin angkat kaki dari MU. Dia beritanya telah mulai jengah dengan strategi yang diputuskan oleh Jose Mourinho.Menurut laporan itu, Sanchez diberitakan tidak suka dengan penentuan strategi Mourinho yang condong negatif. Seperti yang telah didapati, Sanchez diketahui menjadi salah satunya pemain menyerang yang bagus. Dia telah menunjukkan mutunya di Liga Inggris bersama dengan Arsenal beberapa waktu paling akhir.

Baca Juga : http://belinda.viagrasildenafilfor.com/berita-bola/cetak-dua-gol-mourinho-puji-martial/

Akan tetapi Sanchez beritanya terasa tidak nyaman dengan strategi Mourinho yang condong defensif serta monoton. Strategi itu menghambat dianya untuk mengekspresikan permainannya hingga dia pilih untuk pergi untuk selamatkan karirnya.Menurut laporan yang sama, Sanchez betul-betul serius untuk pergi dari United. Dia beritanya telah menjumpai sang agen untuk mengatur kepindahannya dari Old Trafford.

Agen Sanchez beritanya akan menjumpai manajemen MU pada minggu kedepan. Dia beritanya akan mengungkapkan niatan Sanchez untuk pergi dari Old Trafford. Diluar itu sang agen ikut diberitakan telah mulai mengontak beberapa club yang mungkin yang dipandang dapat menebus nilai transfer dan upah Sanchez yang selangit.

Baca Juga Situs : jettoto, live casino , casino online, togel online, 7nagapoker, poker online, domino 99, bandar ceme

 

Presiden UEFA mendukung tawaran negara asal untuk Piala Dunia 2030

Beberapa negara partner kombinasi untuk Piala Dunia 2030 sudah mendapatkan suport penuh dari presiden UEFA, Aleksander Ceferin, yang menjelaskan “telah saatnya” kompetisi itu kembali pada Inggris untuk kali pertamanya semenjak 1966. Asosiasi Sepakbola dimengerti sudah menjanjikan partner Wales, Skotlandia, serta Irlandia Utara jika mereka akan berkonsultasi dengan mereka sebelum ajukan penawaran apapun.

Baca Juga : Arsenal masih bisa melihat yang terbaik dari Aaron Ramsey musim ini, kata Unai Emery

Ketua FA, Greg Clarke, sudah berkunjung ke beberapa negara pengambilan suara serta studi kelayakan setahun sudah diawali tiada ketetapan yang perlu dibikin sampai sesudah itu. Tapi suport penuh serta publik dari penawaran yang mungkin oleh Ceferin, orang yang sangat berkuasa di sepakbola internasional di Eropa, bisa menjadi dorongan besar. “Saya fikir itu bisa menjadi inspirasi yang begitu bijaksana,” tuturnya. “Infrastruktur di Inggris begitu bagus serta lewat cara bila semakin banyak negara menawar ada semakin banyak peluang untuk menang. Saya fikir sesudah bertahun-tahun ini waktunya buat sisi Eropa untuk memperoleh Piala Dunia.

Baca Juga : Pep Guardiola memiliki kata-kata dengan Benjamin Mendy

Saya tidak menyangsikan kualitas penawaran. ” Administrator Slovenia menjelaskan ia akan memperkecil lebih dari satu penawaran dari Eropa sebab takut akan membagi benua itu, terpenting sebab ketentuan transparansi FIFA baru bermakna proses pengambilan suara terbuka, dengan hasil yang dipertunjukkan langsung di monitor.

Baca Juga : Kylian Mbappe dan kutukan memenangkan Piala Dunia

“Hanya satu perihal yang saya akan bersikukuh ialah jika kami cuma mempunyai satu penawaran Eropa,” kata Ceferin. “Saya tidak mau Eropa dibagi sebab penawaran Piala Dunia, apabila ada lebih dari satu, itu akan dibagi waktu pengambilan suara ialah publik. Saya tidak mau orang pilih pada satu serta penawar Eropa yang lain. ” Tiap-tiap penawaran negara asal akan melawan oposisi keras dari penawaran kombinasi oleh Uruguay, Paraguay serta Argentina, satu kampanye yang di dukung oleh bukti jika 2030 menandai 100 tahun semenjak Piala Dunia pertama di Uruguay pada 1930.

 

Kimmich Ungkap Penyebab Timnas Jerman Terpuruk

Bek Tim nasional Jerman, Joshua Kimmich tahu benar Der Panzer sekarang ini dalam sorotan. Sesudah tidak berhasil keseluruhan di Piala Dunia 2018, Jerman ikut disoroti sebab tidak pernah menang di UEFA Nations League. Ia mengharap timnya bukan sekedar mempersalahkan ketidakberuntungan berdasar hasil jelek yang mereka tuai.Kimmich menyatakan Jerman tetap harus melakukan perbaikan beberapa kesalahan serta selalu berkembang.

Baca Juga : Apakah Zidane mengelola waralaba MLS Beckham?

Pada Piala Dunia 2018 lantas, sang juara dunia tersisih semenjak babak group sebab menanggung derita dua kekalahan dari tiga pertandingan. Laju jelek Tim nasional Jerman itu mengagetkan banyak pihak sebab mereka sebetulnya dijagokan menjadi calon kuat juara. Sesudahnya, Jerman nyatanya sedikit beralih. Masih tetap diatasi Joachim Loew, di pertandingan eksperimen Jerman cuma dapat bermain seri 0-0 dengan Prancis, menaklukkan Peru dengan score tipis serta menanggung derita kekalahan telak 0-3 dari Belanda akhir minggu kemarin. Kimmich yakin ada satu permasalahan yang perlu ditangani Tim nasional Jerman.

Baca Juga : Pelatih Barcelona Ernesto Valverde tertangkap

Menurut Kimmich, bukan kebetulan Jerman gampang ditaklukkan lawan. Ia menyoroti bukti scuad Jerman yang seringkali membuat kekeliruan sendiri, kekeliruan sama yang selalu berulang. Keadaan berikut yang menurut Kimmich pantas dilihat. “Ini tidak cuma kebetulan. Keberuntungan yang jelek bukan kebetulan. Tetap ada suatu dibalik bukti jika kami tetap membuat kekeliruan ini serta tidak manfaatkan kesempatan kami,” papar Kimmich di fourfourtwo. “Bukan bermakna semua jelek.

Baca Juga : Manajer Skotlandia Alex McLeish di bawah tekanan

Sebetulnya ini ialah masalah perihal kecil yang selalu berlangsung, kembali serta kembali, yang membuat jadi permasalahan besar.”Selanjutnya, Kimmich ikut yakin beberapa pemain muda Jerman sangat dapat dihandalkan. Ia yakin Jerman akan tidak kesusahan melalui waktu pergantian pemain seperti yang dihadapi banyak negara yang lain. “Kami mempunyai beberapa pemain muda yang begitu bagus. Kami memenangkan Piala Konfederasi pada 2017 serta kami jadi juara Eropa U21. Mutunya ada,” tutup Kimmich. Keadaan Jerman yang belum tampil memberikan keyakinan ini pula mulai memunculkan kebimbangan pada kualitas sang pelatih, Joachim Loew.

 

Jika Neymar Pergi, PSG Akan Boyong Griezmann

Club kaya raya Ligue 1, PSG diberitakan akan berjalan menggandeng Antoine Griezmann dari Atletico Madrid bila Neymar betul-betul pergi di hari esok. Seperti yang didapati, Neymar akan memutuskan untuk pergi dari Barcelona ke arah PSG pada musim panas tahun kemarin. Nilai transfer sebesar 222 juta euro cukuplah untuk bikin dianya jadi pemain termahal sekarang ini. Akan tetapi perform PSG musim tempo hari dipandang seperti fakta Neymar gerah. Beberapa laporan mengatakan jika pemain dari Brasil itu berkemauan untuk tinggalkan Les Parisiens dalam tempo dekat.

Baca Juga : Preview Burnley vs Manchester United: Penghakiman Mourinho?

Keadaan Neymar di PSG memancing dua club raksasa La Liga, yaitu Real Madrid serta Barcelona untuk coba membujuk pemain internasional Brasil itu supaya ingin kembali pada Spanyol. Madrid telah dihubungkan dengan Neymar semenjak bursa transfer musim panas tempo hari, lebih sesudah kepergian Cristiano Ronaldo ke Juventus. Akan tetapi isu itu tidak jadi fakta.

Baca Juga : Alisson Marahi Dirinya Setelah Bikin Blunder di Liverpool

Belakangan ini giliran Barcelona yang diklaim ingin memulangkan Neymar walau isu itu telah dibantah oleh pejabat club Catalan itu. Bila di hari esok Neymar betul-betul mesti pergi, jadi PSG telah temukan calon substitusinya. Dikutip The Mirror, figur itu ialah Griezmann. Figur Griezmann dipandang sangat baik menjadi bintang baru PSG sebab dampak luar umumnya di sepakbola Prancis selesai membawa Les Bleus jadi kampiun Piala Dunia 2018 kemarin.

Baca Juga : The Gunners Petik Kemenangan Tipis di Kandang Cardiff

Nilai buyout clause 150 juta euro yang dipunyai Griezmann di Atletico dipandang adalah harga lumrah untuk team kaya seperti PSG. Sekarang Les Parisiens tinggal bernegosiasi masalah persetujuan pribadi dengan Griezmann.

Memphis Depay Bakal Kembali ke MU?

Manajer Manchester United (MU), Jose Mourinho buka pintu pada Memphis Depay kembali pada Old Trafford. Perform Memphis semakin bagus selesai tinggalkan Setan Merah, julukan MU. Terbaru, Memphis tampil heroik saat Lyon menaklukkan Manchester City dengan score 2-1 di Etihad Fase, Selasa (19/9/2018) atau Rabu pagi hari WIB pada babak group Liga Champions.

Baca Juga : Makin Jago, Ederson Berterima Kasih Pada Striker Manchester City

Dalam pertandingan itu, ia memberi satu assist.Dalam pertandingan itu, Memphis lakukan 33 sentuhan dengan bola, melepas 22 umpan, melepas satu tendangan, serta membuat dua umpan mematikan. “Ia pemain yang mempunyai kekuatan begitu bagus.

Memphis mengerjakannya dengan baik (di pertandingan menantang Manchester City),” kata Mourinho, diambil dari Sports Mole. Memphis tinggalkan MU pada 20 Januari 2017. Mourinho melepasnya sesudah memandang sang pemain tidak tunjukkan perubahan yang berarti saat 18 bulan di Old Trafford.Sekarang, perform Memphis telah jauh berlainan.

Mourinho sendiri terasa winger berumur 24 tahun itu patut kembali menguatkan Setan Merah. “Oke, ia memang gagal dalam 18 bulan, tetapi masih tetap snagat muda. Kami mengharap ia bermain lebih baik kembali bersama dengan Lyon,” tutur Mourinho. “Jika ia selalu bagus, kenapa tidak kembali pada MU. Kebanyakan orang di sini begitu menyenanginya,” kata pria berkebangsaan Portugal itu.

Terkait :

Agen Bola Terbaik

Judi Bola Terbaik

Judi Online Resmi

Agen Bola Resmi

Judi Bola Terbaik

Judi Online Deposit Murah

Situs Bola Online Terbaik

Agen Judi Bola Online

Lebih Pede, Prancis pun Menang

Didier Deschamps senang lihat kebangkitan Prancis untuk menaklukkan Jerman. Perasaan percaya diri yang semakin besar dimaksud jadi kunci kemenangan Les Bleus. Dalam kelanjutan UEFA Nations League League 1 Group A yang digelar di Stade de France, Rabu (17/10/2018) dini hari WIB, Prancis mesti tertinggal terlebih dulu pada menit ke-18 selesai Toni Kroos cetak gol melalui titik putih. Tidak hanya kebobolan, Prancis juga tampak susah meningkatkan permainan sebab didesak Jerman semenjak menit awal.

Baca juga : Kroasia Siapkan Cara untuk Hentikan Messi

Tetapi, setelah 30 menit laga berjalan, tuan-rumah bisa mulai terlepas dari desakan itu serta balik kuasai pertandingan. Prancis semakin kuasai jalannya pertandingan di set ke-2 sebelum pada akhirnya menyamai posisi pada menit ke-61 melalui sundulan Antoine Griezmann. Tiga point ditangkap sesudah Griezmann membuat gol kedua-duanya melalui titik putih di sepuluh menit akhir pertandingan. Prancis menang 2-1. Dengan statistik, sebetulnya berjalan imbang sebab ke-2 team saling sama-sama mendesak. Prancis miliki keseluruhan delapan attempts, unggul satu dari Jerman.

Akan tetapi tuan-rumah miliki empat shot on goal, sesaat Jerman tiga serta bahkan juga team tamu menguasau 56 % ball possesion. Meskipun begitu, Prancis dipandang sang pelatih Deschamps lebih percaya diri dalam bermain serta dapat manfaatkan keadaan mental Jerman yang tengah alami penurunan selesai rangkaian hasil jelek tahun ini. “Berikut perbedaannya pada team yang dalam keyakinan diri tinggi serta team yang tengah krisis keyakinan diri seperti Jerman dan tidak tampil efektif,” tutur Deschamps seperti diambil Reuters.

“Tidak ada hasil yang lebih baik daripada ini untuk team serta beberapa pemain saya. Vitamin terunggul ialah kemenangan serta malam hari ini kami melakukan pertandingan yang susah dan menaklukkan team kuat,” sambungnya. Prancis sekarang memuncaki group dengan tujuh point dari tiga pertandingan serta akan memerankan duel penetapan kontra Belanda bulan kedepan untuk persaingan perebutan ticket semi final.

Terkait :

Agen Bola Terbaik

Judi Bola Terbaik

Judi Online Resmi

Agen Bola Resmi

Judi Bola Terbaik

Judi Online Deposit Murah

Situs Bola Online Terbaik

Agen Judi Bola Online

Verratti Bantah PSG Terlibat Pengaturan Skor di Liga Champions

Liga Champions musim 2018/19 baru saja berjalan dua matchday. Akan tetapi, pertandingan sangat elit di Eropa itu sekarang tengah digunjing dengan skandal penyusunan score. PSG dikatakan sebagai club yang ikut serta di dalamnya. Munculnya masalah itu berawal dari laporan alat asal Prancis, L’Equipe, yang menyebutkan ada usaha penyusunan score pada pertandingan PSG menantang Red Star Belgrade di Parc des Princes (3/10) waktu lalu.

Baca Juga : Emery Dinilai Lebih Baik dari Wenger dalam Membaca Permainan Lawan

L’Equipe mendasarkan laporannya pada pernyataan salah seseorang direktur club di Serbia. Mereka coba mengendalikan pertandingan itu serta membuat PSG menang dengan score lima gol [laga selesai dengan score 6-1]. Disangka ada yang menempatkan taruhan 5 juta euro untuk score itu. Laporan itu lalu di konfirmasi pada beberapa pihak di PSG, termasuk juga pada Verratti.

Gelandang asal Italia itu menyanggah bila klubnya ikut serta skandal penyusunan score di Liga Champions.Laporan jika PSG tampak penyusunan score di Liga Champions jadi rumor panas di Prancis. Akan tetapi, Marco Verratti pastikan berita itu tidak benar. Pemain 26 tahun ikut pastikan beberapa pemain tidak paham menahu dengan masalah itu. “Kami tidak dengar apapun mengenai masalah itu, saya pikir itu tidak benar,” tegas Verratti pada Culture PSG.

“Kami bermain sepakbola, kami mainkan satu laga yang hebat serta itu bukan kali pertamanya kami menang dengan beda lima gol. Itu tentu. Tahun kemarin kami ikut seringkali mencetak kemenangan dengan beda lima gol,” paparnya.Terdapatnya laporan penyusunan score pertandingan PSG kontra Red Star di kuatirkan akan mengganggu konsentrasi pada pemain. Tetapi, Verratti pastikan bila keadaan itu akan tidak membawa ekses negatif pada pemain yang masih konsentrasi bermain untuk Les Parisien. “Ini ialah satu permasalahan yang dihembuskan oleh pihak luar serta kami tidak tertarik dengan mereka,” tutup bekas pemain Pescara itu.

Terkait :

Agen Bola Terbaik

Judi Bola Terbaik

Judi Online Resmi

Agen Bola Resmi

Judi Bola Terbaik

Judi Online Deposit Murah

Situs Bola Online Terbaik

Agen Judi Bola Online

Kontrak Baru Marcos Alonso Selesai Bulan Ini

Keinginan Real Madrid untuk dapat memperoleh layanan Marcos Alonso seperti pepatah, jauh panggang dari api. Masalahnya pihak Marcos Alonso pastikan akan selekasnya meneken kontrak baru bersama dengan klubnya yaitu Chelsea. Real Madrid memang cukuplah gemar untuk memperoleh layanan Marcos Alonso. Agen Judi Bola Online Karena, pilihan yang dipunyai oleh Real Madrid untuk tempat bek kiri memang hanya terbatas.

Cuma ada Marcelo yang bersaing untuk bermain di tempat bek kiri. Madrid masih tetap miliki pilihan pada Nacho Fernandez, tetapi tempat terbaik ialah bek tengah. Sebab fakta itu, nama Marcos Alonso juga dimaksud akan dihadirkan oleh Real Madrid pada bursa transfer musim dingin yang akan datang. Kebetulan, Marcos Alonso ikut masih tetap miliki ikatan dengan Real Madrid di waktu kemarin.

Read : https://uceda.edu/members/agenjudibola/

Akan tetapi, pemain berumur 27 menyatakan prinsip di Chelsea serta beberapa langkah kembali akan selekasnya mendesak kontrak baru dengan The Blues.Semenjak geser pada musim 2016/17 waktu lalu, Marcos Alonso selalu jadi andalan di posisi belakang Chelsea. Tidaklah heran bila lalu club asal London ingin menyodorkan kontrak baru.

Marcos Alonso menyebutkan negosiasinya selekasnya selesai. “Saya akan memperbaharui kontrak pada bulan ini, mungkin dalam beberapa waktu ke depan. Saya serta Chelsea suka serta tenang. Club tawarkan kontrak baru walau masih tetap ada dua tahun kontrak yang tersisa,” kata Marcos Alonso. “Saya nikmati apakah sebagai peranan saya musim ini serta sistem yang dimainkan oleh Maurizio Sarri [manajer Chelsea], begitu serupa dengan Luis Enrique. Jadi, itu begitu menolong,” sambung Alonso pada Diario AS.

Terkait :

Agen Bola Terbaik

Judi Bola Terbaik

Judi Online Resmi

Agen Bola Resmi

Judi Bola Terbaik

Judi Online Deposit Murah

Situs Bola Online Terbaik

Agen Judi Bola Online

Mahrez kehilangan penalti meninggalkan Liverpool dan Manchester City pada kebuntuan

Ketika cerita diceritakan tentang musim Liga Premier 2018-19, akan menjadi keanehan bahwa kontes kelas berat pertama antara kedua belah pihak yang secara luas diasumsikan memiliki pemain luar biasa – para penantang versus juara, menurut iklan televisi – adalah cocok untuk tempat di hanya cetak kecil. Apakah Liverpool versus Manchester City, dengan semua kekayaan menyerang mereka, benar-benar baru saja berakhir imbang 0-0? Tidak banyak yang mengantisipasi hasil seperti itu dan, untuk Riyad Mahrez, itu akan diingat sebagai cobaan pribadi.

Baca Juga : Harry Kane Belum Produktif, Mauricio Pochettino Tak Pusing

Jika tidak ada yang lain, Mahrez setidaknya menunjukkan keberanian untuk merebut bola ketika tantangan Virgil van Dijk di Leroy Sané, salah satu pemain pengganti City, memberi tim asuhan Pep Guardiola penalti pada menit ke-85 dan kesempatan untuk memenangkan pertandingan yang aneh. Pada tahap itu Sergio Agüero, penendang penalti Kota yang biasa, telah diganti. Penggantinya, Gabriel Jesus, menginginkan kejayaan tetapi Mahrez diberi tanggung jawab dan City akan menyesali kesempatan yang hilang. Penalti Mahrez dipukul liar, melambung di atas mistar gawang dan masih naik saat terbang ke kerumunan.

Baca Juga : Cerita Kegagalan Chelsea Rekrut Bek Napoli

Haruskah dia mengambilnya sejak awal? Mahrez kini telah kehilangan lima dari delapan hukuman terakhirnya dan, setidaknya, itu adalah pertanyaan yang sah mengingat pentingnya tendangan itu, dengan City mencoba untuk menyerang pukulan awal yang signifikan dalam perburuan gelar. Mahrez memiliki kesempatan untuk mengamankan kemenangan pertama City di Anfield dalam 18 upaya. Seperti itu, Liverpool dapat merefleksikan pelarian yang beruntung pada hari yang dinyatakan penuh intrik tetapi rendah pada insiden dan, untuk mantra panjang, tidak jauh dari sedikit yang menyebalkan. Jika itu terdengar agak keras, mungkin itu karena kontes epik musim lalu ketika Liverpool memimpin 4-1, dipatahkan kembali ke 4-3 di enam menit terakhir dan Kota hampir menyelesaikan featologi pelarian pada waktu berakhir.

Baca Juga : Rio Ferdinand memimpin paduan suara pujian

Guardiola tidak menikmati datang dari yang terbaik kedua dalam sebuah thriller tujuh gol dan kali ini timnya dibentuk untuk bermain dengan menahan diri, untuk memperlambat permainan dan menghentikan Liverpool meluncurkan taktik favorit Anfield tekanan berkelanjutan, sering liar. Itu membuat Liverpool dengan jenis tantangan yang berbeda dan bagian yang paling mengecewakan bagi Jürgen Klopp adalah mereka tidak memiliki kecerdasan atau kreativitas untuk memunculkan satu kesempatan yang jelas. Sudah tentu tidak biasa untuk melihat jumlah waktu yang dihabiskan pemain City melewati bola di sekitar pertahanan mereka sendiri, sering kali hanya dengan berjalan kaki, sementara fans Liverpool bersiul ketidakpuasan mereka. Itu tidak membantu pertandingan sebagai tontonan tetapi Guardiola dengan jelas berpikir itu pantas untuk dicoba sesuatu yang berbeda dan, betapapun itu diluar karakter, mungkin dia bisa dimaafkan kali ini.

Itu Mei 2003 ketika City terakhir menang di Anfield, dengan Kevin Keegan di ruang istirahat dan Nicolas Anelka mencetak gol kemenangan di menit-menit terakhir. Jika Mahrez berhasil menembak sasarannya, City mungkin merayakan penampilan yang sangat disiplin – bukan hanya taktik, mungkin, yang biasanya diharapkan dari Guardiola. Pada titik tengah babak pertama Liverpool telah ditundukkan pada titik di mana teriakan kemenangan “Di manakah atmosfer Anda yang terkenal?” Dapat didengar dari para pendukung tim tamu. Itu membawa balasan bagus dari “Di mana Piala Eropa Anda?” Dari The Kop, tetapi di lapangan tim tuan rumah merasa sulit untuk memahami apa yang lawan mereka rencanakan. Liverpool sangat membutuhkan salah satu pemain depan mereka untuk merebut permainan dengan kerahnya, menghidupkan tempo dan mendorong penonton untuk menaikkan volume.

Seperti itu, Mohamed Salah bekerja keras tanpa sukacita nyata. Jika ada, Salah adalah pilihan dari penyerang Liverpool, tetapi dia, Roberto Firmino dan Sadio Mané jarang terlihat sangat tidak efektif sebagai tiga pemain depan. Bukan berarti City terlalu kuat. Memang, di sini adalah sebuah pertanyaan: kapan terakhir kali Agüero memulai City tanpa memiliki satu kesempatan untuk menguji kiper oposisi? Itulah masalahnya dengan taktik Guardiola – dengan mengadopsi bola-bola baru yang lebih lambat ini mereka mengorbankan beberapa kualitas menyerang yang membuat mereka menjadi tim yang berbahaya seperti itu.

City mengontrol mantra besar tetapi sering berbatasan dengan sepakbola bebas risiko, dengan punggung penuh mereka jarang menjelajah ke depan, Bernardo Silva beroperasi dalam peran yang lebih menarik daripada biasanya dan Raheem Sterling, seperti yang sering terjadi di Anfield, menemukan kesulitan untuk memiliki dampak positif. Meskipun demikian Kota masih tampak sisi yang lebih bulat. Mereka juga memiliki tiga penalti lainnya sepanjang pertandingan, dua dari mereka datang melawan Dejan Lovren untuk tantangan babak pertama di Agüero dan, kemudian, untuk menggesekkan tangannya ke wajah Yesus untuk menghentikan lari yang menjanjikan dari pemain Brasil itu.

Sejumlah klub sepak bola top Eropa anehnya keluar dari jenis

Ini adalah akhir pekan hasil kejutan di seluruh liga utama Eropa, dengan Bundesliga dan La Liga secara khusus melemparkan lebih banyak kejutan. Dua titans dari permainan jatuh ke kekalahan yang sama mengejutkan pada Sabtu malam – sama seperti Manchester United menghindari salah satu dari mereka sendiri di Old Trafford. Ada rasa tidak percaya dari fans di Old Trafford ketika United turun 2-0 dalam 10 menit ke klub Newcastle yang belum pernah menang sepanjang musim. Butuh tiga pemain yang telah terpinggirkan oleh José Mourinho musim ini – Juan Mata, Anthony Martial dan Alexis Sánchez – untuk mengubah suasana dari keheningan tercengang menjadi suara berisik dan memastikan United terhindar jatuh ke bagian bawah tabel Premier League.

Baca Juga:  Liverpool Lanjutkan Puasa Kemenangan Lawan Chelsea di Anfield

Serikat pergi ke jeda internasional di Liga Premier – antara Serigala dan Watford – tetapi penderitaan mereka musim ini cocok menjadi tema yang lebih luas di seluruh Eropa. Malaise terakhir Bayern Munich mungkin yang paling mengejutkan. Setelah mencapai empat kemenangan yang nyaman untuk memulai kampanye mereka – belum lagi kemenangan telak 5-0 mereka di Piala Super Jerman – roda mulai bergoyang di Allianz Arena. Semuanya datang kemerahan untuk Niko Kovac dalam enam minggu pertama sebagai pelatih kepala, tetapi Kroasia merasakan tekanan sekarang setelah empat pertandingan berturut-turut tanpa kemenangan. Perhatian sebenarnya adalah tiga dari game-game itu ada di rumah.

Baca Juga:  Acara akhir Stuart Findlay merenggut kemenangan untuk Kilmarnock atas Celtic

Mereka kalah 2-0 di Hertha Berlin akhir pekan lalu dan kemudian dikalahkan 3-0 di kandang oleh Borussia Mönchengladbach pada Sabtu, kekalahan terberat mereka di Bundesliga dalam lebih dari empat tahun. Terakhir kali Bayern kehilangan dua pertandingan liga berturut-turut adalah Mei 2015, ketika mereka sudah membungkus gelar. Mereka telah kehilangan banyak pertandingan Bundesliga dalam 10 hari terakhir seperti yang terjadi di seluruh musim 2015-16 atau 2016-17. Bayern telah turun ke posisi enam di klasemen, empat poin di belakang pimpinan klasemen Borussia Dortmund. Sementara Bayern dipermalukan di Munich, juara Eropa itu mengalami kesulitan yang sama melawan Alaves. Real Madrid berjuang untuk mematahkan pertahanan yang kuat dan kemudian bencana melanda di menit ke-95 ketika Manu García mencetak gol kemenangan untuk tuan rumah.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo kembali membantah tuduhan pemerkosaan

Real Madrid kini telah kehilangan tiga dari empat pertandingan terakhir mereka, hampir bukan rekor besar bagi manajer baru Julen Lopetegui. Waktu pengangkatan Lopetegui pada malam atau Piala Dunia datang sebagai kejutan besar tetapi pilihan itu tampaknya logis bagi klub. Dia memiliki rekor luar biasa bersama tim senior Spanyol hingga keberangkatannya yang luar biasa. Tim telah memainkan beberapa permainan sepakbola menyerang di bawah arlojinya dan ia telah bekerja dengan erat dan sukses dengan sejumlah pemain Real Madrid saat berada di set-up internasional. Sekali lagi, semua tampak baik di awal masa pemerintahannya, dengan Madrid mencetak 10 gol dalam tiga kemenangan liga berturut-turut untuk memulai musim ini, dengan kedua Gareth Bale dan Karim Benzema melangkah untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Cristiano Ronaldo. Namun, semuanya serba cepat.

Real Madrid belum mencetak gol dalam empat pertandingan – lebih dari 400 menit. Satu-satunya kenyamanan mereka adalah juara bertahan liga, Barcelona, juga berjuang. Barcelona belum memenangkan satu pun dari empat pertandingan liga terakhir mereka. Kurangnya bentuk mereka mungkin kurang memprihatinkan – karena mereka telah mencetak gol di semua empat pertandingan – tetapi ini adalah perjalanan terpanjang tanpa kemenangan sejak musim 2015-16.