Presiden UEFA mendukung tawaran negara asal untuk Piala Dunia 2030

Beberapa negara partner kombinasi untuk Piala Dunia 2030 sudah mendapatkan suport penuh dari presiden UEFA, Aleksander Ceferin, yang menjelaskan “telah saatnya” kompetisi itu kembali pada Inggris untuk kali pertamanya semenjak 1966. Asosiasi Sepakbola dimengerti sudah menjanjikan partner Wales, Skotlandia, serta Irlandia Utara jika mereka akan berkonsultasi dengan mereka sebelum ajukan penawaran apapun.

Baca Juga : Arsenal masih bisa melihat yang terbaik dari Aaron Ramsey musim ini, kata Unai Emery

Ketua FA, Greg Clarke, sudah berkunjung ke beberapa negara pengambilan suara serta studi kelayakan setahun sudah diawali tiada ketetapan yang perlu dibikin sampai sesudah itu. Tapi suport penuh serta publik dari penawaran yang mungkin oleh Ceferin, orang yang sangat berkuasa di sepakbola internasional di Eropa, bisa menjadi dorongan besar. “Saya fikir itu bisa menjadi inspirasi yang begitu bijaksana,” tuturnya. “Infrastruktur di Inggris begitu bagus serta lewat cara bila semakin banyak negara menawar ada semakin banyak peluang untuk menang. Saya fikir sesudah bertahun-tahun ini waktunya buat sisi Eropa untuk memperoleh Piala Dunia.

Baca Juga : Pep Guardiola memiliki kata-kata dengan Benjamin Mendy

Saya tidak menyangsikan kualitas penawaran. ” Administrator Slovenia menjelaskan ia akan memperkecil lebih dari satu penawaran dari Eropa sebab takut akan membagi benua itu, terpenting sebab ketentuan transparansi FIFA baru bermakna proses pengambilan suara terbuka, dengan hasil yang dipertunjukkan langsung di monitor.

Baca Juga : Kylian Mbappe dan kutukan memenangkan Piala Dunia

“Hanya satu perihal yang saya akan bersikukuh ialah jika kami cuma mempunyai satu penawaran Eropa,” kata Ceferin. “Saya tidak mau Eropa dibagi sebab penawaran Piala Dunia, apabila ada lebih dari satu, itu akan dibagi waktu pengambilan suara ialah publik. Saya tidak mau orang pilih pada satu serta penawar Eropa yang lain. ” Tiap-tiap penawaran negara asal akan melawan oposisi keras dari penawaran kombinasi oleh Uruguay, Paraguay serta Argentina, satu kampanye yang di dukung oleh bukti jika 2030 menandai 100 tahun semenjak Piala Dunia pertama di Uruguay pada 1930.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *